Wednesday, 17 August 2016

Unsur Tematik Karya Sastra

Unsur Tematik Karya Sastra
Mempertanyakan makna sebuah karya sastra, sebenarnya  juga  mempertanyakan tema. Setiap karya fiksi tentulah mengandung tema.  Namun, isi tema itu tak mudah untuk ditunjukkan.
Menurut Freirer dan Lazarus  tema dinyatakan secara tidak terus terang, meskipun dapat dirasakan oleh pembaca. Tema tidak lain dari pada ide pokok, ide sentral, atau ide yang dominan dalam karya sastra. Sulastin Sutrisno juga menyatakan mengertian yang sama, berdasarkan peristilahan Anglo-Saxon, yang menyebutkan tema mewakili pemikiran pusat, pemikiran dasar atau tujuan utama penulisan suatu hasil karya. Tomashevski membuktikan bahwa prinsip pemersatu dalam sturktur fiksional, merupakan pemikiran umum, yang disebut tema. (Sukada, 1993: 70)
Istilah tema menurut Scharbach berasal dari bahasa Latin yang berarti tempat meletakkan suatu perangkat. Disebut demikian karena tema adalah ide yang mendasari suatu cerita sehingga berperanan juga sebagai pangkal tolak pemaparan.
Tema merupakan makna yang dikandung sebuah cerita. Makna cerita dalam karya fiksi novel, mungkin saja lebih dari satu. Hal inilah yang menyebabkan kesulitan untuk menentukan tema pokok yang menjadi gagasan dasar karya itu dan tema samping yang merupakan tema tambahan karya itu. Penentuan tema pokok sebuah cerita pada dasarnya merupakan suatu aktivitas memilih, mempertimbangkan, dan menilai di antara sejumlah makna yang ditafsirkan dan dikandung oleh karya yang bersangkutan.
Namun menurut Nurgiyantoro (1995: 83):
Makna pokok cerita tersirat dalam sebagian besar, untuk tidak dikatakan dalam keseluruhan cerita, bukan makna yang hanya terdapat pada bagian-bagian tertentu  cerita saja. Makna yang hanya terdapat pada bagian-bagian tertentu cerita dapat diidentifikasi sebagai makna bagian, makna tambahan. Makna-makna tambahan inilah yang dapat disebut dengan tema tambahan atau samping.
Tema tambahan bukanlah merupakan suatu yang berdiri sendiri atau terpisah dari tema pokok dalam suatu cerita. Tema-tema tersebut saling berhubung sehingga menciptakan satu kesatuan dalam sebuah novel. Tema pokok bersifat merangkum tema-tema tambahan. Tema-tema tambahan bersifat mendukung tema pokok.

No comments:

Post a Comment